Senin, 24 Maret 2014

Aku Bukan Dia *Episode Galau*

Ehem, sudah lama aku nggak bergalau ria. Sudah beberapa postingan berlalu tanpa ada sensasi cinta semu yang tak tersampaikan disana. oke baiklah, izinkan daku menuliskan semacam blogpost episode galau kali ini. Semoga pembacaku nggak bosan dan nggak buru-buru ke kamar mandi buat muntah. Tenang saja, galau kan bukan virus. Kalo kali ini daku galau, semoga kamu enggak ketularan.^o^

Aku tersenyum membaca sebuat twit, yang akhirnya ku copas dan kujadikan status di facebook. 'Lucu itu adalah, saat aku mulai menjauhimu, kamu mulai mendekatiku.' Lucu. Tapi mungkin lebih tepat kalau kalimat itu diganti dengan 'Mengenaskan itu adalah ..... bla..bla..bla....'

Ya, itu bukan lucu, tapi mengenaskan. Saat aku sudah berusaha melupakanmu, sudah berusaha melupakan masa lalu silam, melupakan semua kisah yang merobek-robek jantung, kau datang. Hellow? Ini hati bang, hati. bukan halte. Seenak udel lo aja kapan mau singgah. >_<

Tapi ya itu tadi, saat aku sudah berusaha beranjak dari bangku tunggu yang dingin, kau datang dengan secangkir capucino panas, sepiring kacang kulit, dan seutas senyum. Siapa pula yang tak meleleh? Ahh, gara-gara setitik perhatian, rusak move on sebelanga. Memang, itu perumpaan lebay. Tapi saat ini cuma itu perumpamaan yang mampir di kepalaku. 

Kalau saja saat itu aku cukup kuat untuk meneguhkan dan meyakinkan hati kalau bangku itu terlalu dingin dan tak sehat untukku berlama-lama duduk disana. Serta meyakinkan kalau ranjang akan lebih nyaman, tanpa harapan-harapan konyol akan kehadiranmu. Tentu aku tak akan tinggal.  Sayangnya, aku terlalu lemah untuk itu. Buatku, kehadiranmu yang sesaat itu sungguh melenakan. Membuat aku lupa kalau baru beberapa menit lalu aku sudah memutuskan berhenti menunggu. Meski aku tahu persis, kalau sesaat kemudian, keputusan ini pasti akan menyisakan penyesalan.

Saat aku mulai menjauhimu, kau malah mendekatiku. Saat aku sudah membiasakan diri tanpamu, kau malah menghampiriku. menawarkan diri untuk menjadi teman di sepiku. Aku tergelak habis-habisan saat menyadari kalau kejadian ini begitu aneh. bagaimana tidak? Bukankah selama ini aku yang mati-matian mendekatimu, berusaha mencuri perhatianmu, dan bukankah selama ini kau bahkan tak menganggapku ada? Bagaimana bisa sekarang, saat aku lelah dan ingin berganti hati, kau datang tiba-tiba. Menawarkan hal yang kemarin dulu sangat kuharapkan. Ahh, ya, perasaan memang aneh.

Sorak sorai teman-teman memenuhi ruangan saat kudapati seikat bunga di atas meja kerjaku. Senyum sumringah di wajahku mendadak hilang ketika namamu tertulis di balik note yang bertuliskan, 'i love you.' Kau. Apa sebenarnya yang kau rencanakan?

Oke, baiklah. Aku memang tak begitu kebal terhadap rayuan meski aku tahu itu murahan. Aku memang tak terlalu kokoh untuk menolak cinta yang lama kuidamkan meski aku tahu persis itu tak lebih dari sekedar omong kosong. Jelas, aku lemah untukmu. Dan kau akan semakin leluasa mempermainkan perasaanku. Tapi hei. kau tak pernah tahu kalau aku lelah, bukan?

Seseorang pernah bilang, lelah bisa membuat kita tak lagi memiliki perasaan yang sama. Kemarin, aku tak mengerti. Tapi sekarang, saat Tuhan menghadapkanku padamu, pada persoalan ini. Aku mengerti. Aku memang bahagia karena apa yang dulu pernah kudambakan akhirnya kudapatkan. tapi itu tak lebih dari sekedar kepuasan. Hanya seperti obsesi yang diraih. Ini bukan lagi cinta. Bukan.

Jadi, maafkan aku jika tak bisa menikmati capucinno yang sudah dingin itu bersamamu. Maafkan aku yang tak bisa menemanimu duduk di bangku tunggu yang dingin itu. Lagi pula, kau tak perlu duduk disitu, banyak tempat lain yang lebih hangat dan nyaman. Tapi jika kau ingin tinggal, tak apa. Kau takkan lama menunggu seseorang yang bersedia menemanimu disana. Tak akan lama. Hanya, dia bukanlah aku.

*Gak semua yang saya tulis adalah saya* ^_^

6 komentar:

  1. Gak semua yg kakak tulis adalah kakak, tetapi aku juga' :( huhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak semua yang kamu baca adalah kamu. :)

      Hapus
  2. Ngggg~ ini bukan cerita galau kan? -.-a

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih belum galau ya? haha. ok, nanti aku tulis cerita yang galau klimaks. :D

      Hapus
  3. waah nice post :) Salam kenal dan ijin follow blog kmu yah,.kalo bisa follow back juga dong blog aku hehee biar di dunia blogging aku makin banyak temen hehe
    http://catatandewisri.blogspot.com/
    makasih, salam blogger ;)

    BalasHapus